Pages

Powered by Blogger.

Monday, 16 December 2013

LAPORAN BENGKEL PERAWATAN DAN PERBAIKAN

LAPORAN BENGKEL PERAWATAN DAN PERBAIKAN


MIC WIRELESS

Rezky ayu amalia
322 12 031
IIB TELKOM


PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2013
A.   Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada penyusunan makalah ini adalah :
1.    Mengetahui rangkaian dari Mic Wireless.
2.    Mengetahui apa saja penerapan Mic Wireless dalam kehidupan sehari-hari.
3.    Mengetahui prinsip kerja dari Mic Wireless.

B.    Tentang Microphone
Microphone adalah suatu alat yang dapat mengubah getaran suara menjadi getaranl istrik. Microphone merupakan salah satu sumber pokok dan merupakan input studio rekaman (studio produksi). Karena sangat peka dalam menerima getaran suara, peletakan microphone memerlukan pengaturan yang khusus agar suara-suara yang tidak diperlukan tidak ikut masuk menggetarkan membrane mikrophone.Media penghantar getaran listriknya merambat melalui kabel.
Istilah mikrofon berasal dari bahasa Yunani mikros yang berarti kecil dan fon yang berarti suara atau bunyi. Istilah ini awalnya mengacu kepada alat bantu dengar untu ksuara berintensita srendah. Penemuan mikrofon sangat penting pada masa awal perkembangan telepon.
Pada awal penemuannya, mikrofon digunakan pada telepon, kemudian seiring berkembangnya waktu, mikrofon digunakan dalam pemancar radio hingga ke berbagai penggunaan lainnya. Penemuan mikrofon praktis sangat penting pada masa awal perkembangan telepon. Beberapa penemu telah membuat mikrofon primitif sebelum Alexander Graham Bell.



Berikut adalah contoh salah satu jenis microphone yang sering kita jumpai :





(Gambar salah satu jenis microphone)

            Microphone adalah jenis alat bantu pengeras suara yang sering digunakan dan mempunyai banyak macam bentuk dan jenis :
1.    Microphone Dinamis
Adalah mikrophone yang menggunakan prinsipkerja induksi (mikrophone menjadi sumberl istrik induksi). Prinsip kerjanya, getaran suara yang masuk menggerakkan membrane, getaran membrane menggerakkan moving coil, getaran moving coil yang berad adalam membrane magnet akan menyebabkan timbulnya aliran listrik. Aliran listrik yang berupa gelombang listrik seirama dengan getaran suara yang diterima.
(Gambar mic dynamic)
2.    Microphone Carbon
Microphone karbon adala hmikrophone yang menggunakan prinsip kerja tahanan (resistansi) yang berubah-ubah, biasanya adalah resistor arang. Prinsip kerja :Getaran suara yang masuk menggetarkan membran.
Getaran membrane ini menyebabkan kerenggangan dan kerapatan arang berubah-ubah.Hal ini menyebabkan bervariasinya nilai resistansi arus listrik yang melewati kumparan primer. Arus listrik pada kumparan primer akan terinduksi pada gulungan sekunder dan besar kecilnya arus ini tergantung dari getaran membran yang disebabkan oleh getaran suara yang diterima.
(Gambar mic carbon)
3.    Microphone Kondensor
Microphone kondensor Adalah mikrophone yang dalam kerjanya menggunakan kondensator. Prinsip kerja nya :Getaran suara yang masuk menggetarkan membran. Getaran membranin imengakibatkan gerakan maju dan mundur lempengan penghantar pada kondensator.
Dengan perubahan ini, nilai kondensator pun berubah seiring dengan perubahan getaran.Perubahan kapasitansi ini menyebabkan terjadinya getaran listrik. Selanjutnya getaran listrik ini diperkuat oleh Preamp.
Pada mikropon jenis in imemerlukan tegangan phantom dari preamp sebesar 48 volt, tetapi untuk aplikasi sehari hari biasanya mikropon kondensor cukup menggunakan bateray 1,5 volt.
(Gambar mic kondensor)

            Dari beberapa jenis microphone yang tersebut di atas, media transmisi untuk penggunaannya ada dua macam, yaitu dengan menggunakan media kabel dan non kabel (wireless). Media kabel adalah teknologi yang lebih dahulu digunakan sebelum pengembangan dengan menggunakan media wireless.
            Dengan media wireless, penggunaan microphone akan lebih cepat dan mudah untuk digunakan. Apalagi penggunaan microphone saat ini tidak dapat dipungkiri sudah begitu merajalela, adapun penggunaan mic wireless yaitu :
·         Penggunaan untuk presentasi antara fasilitator dan peserta formal.
·         Penggunaan pada ajang-ajang bergensi berbasis panggung dan acara spektakuler.
·         Digunakan untuk para vokalis-vokalis band.
·         Dll.

4.    Wireless
Wireless merupakan jaringan tanpa kabel yang menggunakan udara sebagai media transmisi nya untuk menghantarkan gelombang elektromagnetik. Perkembangan wireless sebenarnya telah dimulai sejak lama dan telah dibuktikan secara ilmiah oleh para ilmuwan dengan penemuan radio dan kemudian dilanjutkan dengan penemuan radar.  Kemudian dengan perkembangan kebutuhan informasi bagi manusia, maka penggunaan wireless semakin banyak dan tidak hanya untuk penggunaan radio dan radar saja.
selain itu juga dapat diterapkan untuk penggunaan microphone atau pengeras suaratanpa menggunakan kabel lagi, dengan wireless penggunaan microphone jauh lebih efektif dan efisien. Yang dulunya dengan menggunakan kabel masih terbatas oleh jarak, kini dengan wireless jarak penggunaannya juga lebih jauh.

(Gambar contoh penerapan wireless pada microphone)



C.    Alat dan Bahan Perancangan
Alat dan bahan yang digunakan untuk perancangan adalah :

No.
Nama Komponen
Spesifikasi
1.
Resistor 1

2.
Resistor 2

3.
Resistor 3

4.
Resistor 4

5.
Resistor 5

6.
Kapasitor 1

7.
Kapasitor 2

8.
Kapasitor 3

9.
Kapasitor 4

10.
Kapasitor 5

11.
Kapasitor 6

12.
Kapasitor 7

13.
Q1

14.
Q2

15.
Mic

16.
Koker

17.
Kawat Email
4 mm
18.
Baterai
9 v
19.
Solder
1 buah
20.
Timah
Secukupnya
21
Multimeter
1 buah





D.    Gambar Rangkaian Percobaan










(Gambar skema rangkaian mic wireless)

E.     Langkah Kerja
1. PROSES PCB
1.         Siapkan semua alat dan bahan untuk pembuatan/proses PCB.
2.         Buatlah gambar / jalur PCB dari rangkaian di atas kertas sebagai perencanaan.
3.         Cucilah/bersihkan papan pertinax dengan sabun/Vim hingga bersih dari lemak atau debu.
4.         Keringkan dan dinginkan hingga mencapai suhu ruang.
5.         Letakkan berturut-turut dari atas kertas, carbon dan papan pertinax dan jangan sampai bergerak.
6.         Gambarlah jalur-jalur PCB pada aplikasi yang tersedia.
7.         Pada PCB akan berbentuk gambar / jalur sesuai dengan rangkaian perencanaan seperti langkah 2.
8.         Pastikan bahwa gambar/jalur tidak ada celah ataupun lubang.
9.         Buatlah campuran Fe3Cl + air atau jenis larutan lain dengan perbandingan yang sesuai.
10.      Celup dan goyang-goyangkan papan pertinax di dalam larutan.
11.      Setelah tidak ada tembaga yang tersisa (kecuali yang berbentuk jalur yang telah dibuat), angkatlah dan bersihkan dengan tinner.
2. PENGEBORAN
1.         Gunakan matabor 0,8 mm atau yang sesuai dengan hole yang ada untuk melubangi titik yang ada di PCB.
2.         Borlah dengan kedudukan bor tegak lurus terhadap PCB serta center.
3.         Bersihkan kotoran-kotoran sehabis pengeboran.
3. PENYOLDERAN
1.         Solder komponen dari yang paling kecil terlebih dahulu.
2.         Solderlah komponen hingga benar-benar menempel pada PCB dengan baik.
3.         Berilah timah secukupnya, jangan terlalu sedikit ataupun terlalu banyak.
4.         Periksa rangkaian, bekerja dengan baik atau tidak, dengan alat ukur.







F.     Hasil Percobaan



(Gambar tampak samping)





(Gambar tampak atas)

G.    Pengetesan Rangkaian
Setelah rangkaian telah selesai, pengetesan dilakukan dengan cara :
1.    Berikan daya pada rangkaian untuk mensupply rangkaian.
2.    Lakukan pengetesan pengiriman data dengan memberi input suara pada bagian microphone.
3.    Lakukan pencarian frekuensi kerja rangkaian pada radio FM, yaitu dari frekuensi 88,0 – 108,00 MHz.

H.     Kesimpulan
Microphone merupakan salah satu jenis komponen atau alat pengeras suara yang sering kali kita jumpai diberbagai rana kegiatan, baik kegiatan bersifat formal maupun yang bersifat non formal. Fungsinya yang membantu menaikkan volume dari suara sumber aslinya membuat microphone sangat membantu dalam kegiatan yang sering kali kita lakukan.
Penggunaan media wireless untuk microphone merupakan pengembangan yang sudah lama kita jumpai dari microphone bermedia transmisi kabel. Dengan media transmisi wireless akan terasa jauh lebih efektif dan efisien. Yang dulunya harus menggunakan kabel dengan panjang sekian meter untuk menjangkau kesegala arah, kini dengan wireless, gerak penggunannya tidak lagi terbatas.
Dengan model yang berbagai macam, mulai dari ukuran tangan sampai yang hanya sekecil ibu jari, memudahkan untuk dibawa dan juga ringan. Penerapannya pun jadi lebih mudah.


0 comments:

Post a Comment