LAPORAN BENGKEL PERAWATAN DAN
PERBAIKAN
MIC WIRELESS
Rezky ayu amalia
322 12 031
IIB TELKOM
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
A.
Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada
penyusunan makalah
ini adalah
:
1. Mengetahui
rangkaian dari Mic Wireless.
2. Mengetahui
apa saja penerapan Mic Wireless dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mengetahui
prinsip kerja dari Mic Wireless.
B. Tentang Microphone
Microphone
adalah suatu alat yang dapat mengubah getaran suara menjadi getaranl istrik.
Microphone merupakan salah satu sumber pokok dan merupakan input studio rekaman
(studio produksi). Karena sangat peka dalam menerima getaran suara, peletakan
microphone memerlukan pengaturan yang khusus agar suara-suara yang tidak diperlukan tidak ikut
masuk menggetarkan membrane mikrophone.Media
penghantar getaran listriknya merambat melalui kabel.
Istilah
mikrofon berasal dari bahasa Yunani
mikros yang berarti kecil dan fon yang berarti suara atau bunyi. Istilah ini awalnya mengacu
kepada alat bantu dengar untu ksuara berintensita srendah. Penemuan mikrofon sangat
penting pada masa awal perkembangan telepon.
Pada
awal penemuannya, mikrofon digunakan pada telepon, kemudian seiring berkembangnya
waktu, mikrofon digunakan dalam pemancar radio hingga ke berbagai penggunaan lainnya.
Penemuan mikrofon praktis sangat penting pada masa awal perkembangan telepon. Beberapa
penemu telah membuat mikrofon primitif
sebelum Alexander Graham
Bell.
(Gambar salah satu jenis microphone)
Microphone
adalah jenis alat bantu pengeras suara yang sering digunakan dan
mempunyai banyak macam bentuk dan jenis :
1.
Microphone Dinamis
Adalah mikrophone yang menggunakan prinsipkerja induksi
(mikrophone menjadi sumberl istrik induksi).
Prinsip kerjanya, getaran
suara yang masuk menggerakkan membrane, getaran membrane menggerakkan moving coil, getaran moving coil yang berad adalam
membrane magnet akan menyebabkan timbulnya aliran listrik. Aliran listrik yang
berupa gelombang listrik seirama dengan getaran suara yang diterima.
(Gambar
mic dynamic)
2.
Microphone Carbon
Microphone
karbon adala hmikrophone yang menggunakan prinsip kerja tahanan
(resistansi) yang berubah-ubah, biasanya adalah resistor arang. Prinsip kerja
:Getaran suara yang masuk menggetarkan membran.
Getaran
membrane ini menyebabkan kerenggangan dan kerapatan arang berubah-ubah.Hal ini menyebabkan
bervariasinya nilai resistansi arus listrik yang melewati kumparan primer. Arus
listrik pada kumparan primer akan terinduksi pada gulungan sekunder dan besar kecilnya
arus ini tergantung dari getaran membran yang disebabkan oleh getaran suara
yang diterima.
(Gambar
mic carbon)
3.
Microphone Kondensor
Microphone
kondensor Adalah
mikrophone yang dalam kerjanya menggunakan kondensator.
Prinsip kerja nya :Getaran suara yang masuk menggetarkan membran. Getaran membranin
imengakibatkan gerakan maju dan mundur lempengan penghantar pada kondensator.
Dengan perubahan
ini, nilai kondensator pun berubah seiring dengan perubahan getaran.Perubahan kapasitansi
ini menyebabkan terjadinya getaran listrik. Selanjutnya getaran listrik ini diperkuat
oleh Preamp.
Pada mikropon jenis
in imemerlukan tegangan phantom dari preamp sebesar 48 volt, tetapi untuk aplikasi
sehari hari biasanya mikropon kondensor cukup menggunakan bateray 1,5 volt.
(Gambar
mic kondensor)
Dari
beberapa jenis microphone yang tersebut di atas, media transmisi untuk
penggunaannya ada dua macam, yaitu dengan menggunakan media kabel dan non kabel
(wireless). Media kabel adalah teknologi yang lebih dahulu digunakan sebelum
pengembangan dengan menggunakan media wireless.
Dengan
media wireless, penggunaan microphone akan lebih cepat dan mudah untuk
digunakan. Apalagi penggunaan microphone saat ini tidak dapat dipungkiri sudah
begitu merajalela, adapun penggunaan mic wireless yaitu :
·
Penggunaan untuk presentasi antara fasilitator dan
peserta formal.
·
Penggunaan pada ajang-ajang bergensi berbasis panggung
dan acara spektakuler.
·
Digunakan untuk para vokalis-vokalis band.
·
Dll.
4.
Wireless
Wireless
merupakan jaringan tanpa kabel yang menggunakan udara sebagai media transmisi nya
untuk menghantarkan gelombang elektromagnetik. Perkembangan wireless sebenarnya
telah dimulai sejak lama dan telah dibuktikan secara ilmiah oleh para ilmuwan dengan
penemuan radio dan kemudian dilanjutkan dengan penemuan radar. Kemudian dengan perkembangan kebutuhan informasi
bagi manusia, maka penggunaan wireless semakin banyak dan tidak hanya untuk penggunaan
radio dan radar saja.
selain itu juga dapat diterapkan
untuk penggunaan microphone atau pengeras suaratanpa menggunakan kabel lagi,
dengan wireless penggunaan microphone jauh lebih efektif dan efisien. Yang
dulunya dengan menggunakan kabel masih terbatas oleh jarak, kini dengan
wireless jarak penggunaannya juga lebih jauh.
(Gambar contoh penerapan wireless pada microphone)
C. Alat dan Bahan Perancangan
Alat dan bahan
yang digunakan untuk perancangan adalah :
No.
|
Nama Komponen
|
Spesifikasi
|
1.
|
Resistor 1
|
|
2.
|
Resistor 2
|
|
3.
|
Resistor 3
|
|
4.
|
Resistor 4
|
|
5.
|
Resistor 5
|
|
6.
|
Kapasitor 1
|
|
7.
|
Kapasitor 2
|
|
8.
|
Kapasitor 3
|
|
9.
|
Kapasitor 4
|
|
10.
|
Kapasitor 5
|
|
11.
|
Kapasitor 6
|
|
12.
|
Kapasitor 7
|
|
13.
|
Q1
|
|
14.
|
Q2
|
|
15.
|
Mic
|
|
16.
|
Koker
|
|
17.
|
Kawat Email
|
4 mm
|
18.
|
Baterai
|
9 v
|
19.
|
Solder
|
1 buah
|
20.
|
Timah
|
Secukupnya
|
21
|
Multimeter
|
1 buah
|
D. Gambar Rangkaian Percobaan
(Gambar skema rangkaian mic wireless)
E. Langkah Kerja
1. PROSES
PCB
1.
Siapkan semua alat dan bahan
untuk pembuatan/proses PCB.
2.
Buatlah gambar / jalur PCB
dari rangkaian di atas kertas sebagai perencanaan.
3.
Cucilah/bersihkan papan pertinax
dengan sabun/Vim hingga bersih dari lemak atau debu.
4.
Keringkan dan dinginkan hingga
mencapai suhu ruang.
5.
Letakkan berturut-turut dari
atas kertas, carbon dan papan pertinax dan jangan sampai bergerak.
6.
Gambarlah jalur-jalur PCB pada aplikasi yang tersedia.
7.
Pada PCB akan berbentuk gambar
/ jalur sesuai dengan rangkaian perencanaan seperti langkah 2.
8.
Pastikan bahwa gambar/jalur tidak
ada celah ataupun lubang.
9.
Buatlah campuran Fe3Cl + air
atau jenis larutan lain
dengan perbandingan yang sesuai.
10. Celup
dan goyang-goyangkan papan pertinax di dalam larutan.
11. Setelah
tidak ada tembaga yang tersisa (kecuali yang berbentuk jalur yang telah dibuat), angkatlah dan bersihkan
dengan tinner.
2. PENGEBORAN
1.
Gunakan matabor 0,8 mm atau yang sesuai dengan hole yang ada
untuk melubangi titik yang ada di PCB.
2.
Borlah dengan kedudukan bor tegak
lurus terhadap PCB serta center.
3.
Bersihkan kotoran-kotoran sehabis
pengeboran.
3. PENYOLDERAN
1.
Solder komponen dari yang paling kecil terlebih dahulu.
2.
Solderlah komponen hingga benar-benar
menempel pada PCB dengan baik.
3.
Berilah timah secukupnya,
jangan terlalu sedikit ataupun terlalu banyak.
4.
Periksa rangkaian, bekerja dengan
baik atau tidak, dengan alat ukur.
F. Hasil Percobaan
(Gambar tampak
samping)
(Gambar tampak
atas)
G. Pengetesan Rangkaian
Setelah rangkaian
telah selesai, pengetesan dilakukan dengan cara :
1.
Berikan daya pada rangkaian untuk mensupply rangkaian.
2.
Lakukan pengetesan pengiriman data dengan memberi input
suara pada bagian microphone.
3.
Lakukan pencarian frekuensi kerja rangkaian pada radio
FM, yaitu dari frekuensi 88,0 – 108,00 MHz.
H. Kesimpulan
Microphone merupakan salah satu jenis komponen atau alat pengeras suara
yang sering kali kita jumpai diberbagai rana kegiatan, baik kegiatan bersifat
formal maupun yang bersifat non formal. Fungsinya yang membantu menaikkan
volume dari suara sumber aslinya membuat microphone sangat membantu dalam
kegiatan yang sering kali kita lakukan.
Penggunaan media wireless untuk microphone merupakan pengembangan yang
sudah lama kita jumpai dari microphone bermedia transmisi kabel. Dengan media transmisi
wireless akan terasa jauh lebih efektif dan efisien. Yang dulunya harus
menggunakan kabel dengan panjang sekian meter untuk menjangkau kesegala arah,
kini dengan wireless, gerak penggunannya tidak lagi terbatas.
Dengan model yang berbagai macam, mulai dari ukuran tangan sampai yang
hanya sekecil ibu jari, memudahkan untuk dibawa dan juga ringan. Penerapannya pun jadi lebih
mudah.
0 comments:
Post a Comment